Deep Water Reservoir

17 11 2008

Dari namanya sudah bisa kita tebak, deep water reservoir ini adalah suatu reservoir yang ada di laut yang dalam. Beberapa dekade dulu, reservoir jenis ini tidak diperhatikan. Hal ini dikarenakan letaknya yang di laut dalam membutuhkan teknologi tinggi untuk mengeksplorasinya. Selain juga reservoir jenis ini terbentuk dari proses sedimentasi akibat proses gravity. Dan mereka beranggapan batuan sedimen yang terbentuk dari proses gravity ini memiliki porositas yang buruk. Hal ini dikarenakan sorting yang buruk pada saat pembentukannya.

Tetapi belakangan deep water reservoir ini diburu. Hal ini dikarenakan belakangan reservoir jenis ini detemukan dengan reserve yang besar. Sehingga menguntungkan secara ekonomi.

Bagaimana sebenarnya reservoir terbentuk ?

Pertama kali kita kita tinjau tra. Trap di definiskan sebagai suatu bentuk geometri batuan yang dapat menjebak minyak. Untuk dapat menjebak minyak ini diperlukan syarat, antara lain geometrinya harus mendukung, ada reservoir rock dan ada seal. Atau dengan kata lain A configuration of rocks suitable for containing hydrocarbons and sealed by a relatively impermeable formation through which hydrocarbons will not migrate. Adapun jenis-jenis dari trap ini adalah

1. Anticline Trap

An anticline is an example of rocks which were previously flat, but have been bent into an arch. Oil that finds its way into a reservoir rock that has been bent into an arch will flow to the crest of the arch, and get stuck (provided, of course, that there is a trap rock above the arch to seal the oil in place).

12

2. Fault Trap

Fault traps are formed by movement of rock along a fault line. In some cases, the reservoir rock has moved opposite a layer of impermeable rock. The impermeable rock thus prevents the oil from escaping. In other cases, the fault itself can be a very effective trap. Clays within the fault zone are smeared as the layers of rock slip past one another. This is known as fault gouge.

21

3. Salt Dome Trap

Salt is a peculiar substance. If you put enough heat and pressure on it, the salt will slowly flow, much like a glacier that slowly but continually moves downhill. Unike glaciers, salt which is buried kilometers below the surface of the Earth can move upward until it breaks through to the Earth’s surface, where it is then dissolved by ground- and rain-water. To get all the way to the Earth’s surface, salt has to push aside and break through many layers of rock in its path. This is what ultimately will create the oil trap.

31

4. Stratigraphic Traps

A stratigraphic trap accumulates oil due to changes of rock character rather than faulting or folding of the rock. The term “stratigraphy” basically means “the study of the rocks and their variations”. One thing stratigraphy has shown us is that many layers of rock change, sometimes over short distances, even within the same rock layer. As an example, it is possible that a layer of rock which is a sandstone at one location is a siltstone or a shale at another location. In between, the rock grades between the two rock types. From the section on reservoir rocks, we learned that sandstones make a good reservoir because of the many pore spaces contained within. On the other hand, shale, made up of clay particles, does NOT make a good reservoir, because it does not contain large pore spaces. Therefore, if oil migrates into the sandstone, it will flow along this rock layer until it hits the low-porosity shale. Voilà, a stratigraphic trap is born!

41

Syarat terbentuknya suatu reservoir yaitu adanya strorage capacity, kemapuan menyimpan, atau bahasa kitanya adalah adanya porositas dalam batuan tersebut. Lalu yang kedua adalah batuan tersebut harus memiliki “deliverability”, degan bahasa lainnya adalah permeabilitas.

Berikutnya kita bahas tentang porositas. Jenis-jenis porositas kalau kita tinjau secara geologi adalah sebagai berikut.

1. Porositas primer, terbentuk bersamaan dengan proses sedimentasi.

2. Porositas sekunder, terbentuk pasca sedimentasi

Lebih mendalam lagi untuk pengantar ke deep water reservoir.

Proses sedimentasi ini dapat terjadi melalui proses

1. Mekanik

a. Arus Traksi, sorting yang baik.

b. Arus Gravity / turbidite, sorting yang buruk

2. Biologi, menghasilkan limestone atau batuan karbonat.

3. Kimiawi, kecil kemungkinan batuan jenis ini menjadi reservoir

Dari proses sedimentasi secara mekanik dengan arus turbidite inilah deep water reservoir terbentuk.

Source :

http://www.glossary.oilfield.slb.com/Display.cfm?Term=trap

http://www.priweb.org/ed/pgws/systems/traps/structural/structural.html

http://www.priweb.org/ed/pgws/systems/traps/strat/strat_traps.html


Actions

Information

One response

7 01 2010
aris

kalo porositas besar disebabkan arus yang bagaimana?
traksi? turbid? atau reformasi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: