Coalbed Methane (CBM)

20 12 2008

Coalbed Methane (CBM) adalah salah satu gas bumi yang berdasarkan proses pembentukannya dikategorikan sebagai unconventional, dibandingkan dengan pembentukan gas hidrokarbon yang lain. Gas ini terbentuk secara alamiah bersamaan dengan proses pembentukkan batu bara (coalification) dan peatifikasi (peatification). Dengan demikian reservoir CBM memiliki batubara sebagai source rock sekaligus reservoir rocks. Gas yang terbentuk ini sebagian besar terabsorpsi pada permukaan dari mikropori matrik batubara sedangkan sisanya berada di rekahan lapisan batubara dan atau pada macropores , sebagai gas bebas.

Reservoir CBM juga memiliki ukuran pori-pori yang lebih kecil, yaitu berkisar antara 1 micrometer hingga 1 milimeter. Gas methana yang berada di dalam rservoir ini juga tersimpan tidak seperti gas alam pada umumnya, melainkan terabsorpsi pada permukaan dalam dari micropori matrik batubara. Oleh karena itu , aliran gas yang terjadi di dalam matrik batu bara merupakan aliran secara divusi dan berupa aliran darcy di bagian rekahannya.

Reservoir CBM merupakan reservoir dengan dual porosity, yaitu rekahan (fracture) dan matrik. Rekahan tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu face cleats dan butt cleats. Face cleats diartikan sebagai rekahan yang panjang dan berkesinambungan sepanjang batu bara. Sedangkan Butt cleats adalah rekahan yang tidak berkelanjutan karena diputus oleh oleh Face cleats. Pada matrik barubara terdapat pori-pori yang sangat kecil, sehingga disebut micropori yang berukuran satu mickrometer sampai satu milimeter. Methana yang terbentuk saat peatification dan coalification sebagian besar akan teradsorpsi pada permukaan dari micropori ini.

Sejak kondisi awal pembentukan, rekahan batubara dijenuhi oleh air dan sedikt methana . Sehingga pada umumnya untuk menurunkan tekanan reservoir, biasanya dilakukan dengan memproduksi air atau biasanya disebut dengan dewatering process secara besar- besaran. Inilah yang biasanya yang harus dipertimbangkan pada saat produksi methana akan dilakukan.

Untuk memproduksi methana pada reservoir CBM, tekanan reservoir harus diturunkan hingga mencapai tekanan deabsorpsi, dimana pada tekanan ini methana mulai lepas darp permukaan dalam micropori batubara. Pada tekanan tersebut, gas akan mengalir sedikit demi sedikit secara difusi pada matrik batubara hingga gas mencapai rekahan. Proses ini berdasarkan hukum Flicks yang menerangkan bahwa pergerakan gas tersebut terjadi akibat perbedaan gradient konsentrasi. Setelah mencapai rekahan, maka aliran gas hingga libang bor mengikuti hukum darcy.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: